Seni rupa dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran sebuah karya, baik teknik, bahan, maupun kegunaannya. Secara garis besar, seni rupa dikelompokkan menjadi seni murni dan seni terapan. 1. SENI MURNI (Fine Art/Pure Art) Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa Contoh seni rupa murni lainnya adalah seni grafis, seni patung, seni instalasi, seni pertunjukan, seni keramik, seni film, koreografi, hingga seni fotografi. 2. Seni Rupa Terapan. Pada, seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya. Contoh seni rupa terapan lainnya adalah arsitektur, pakaian KOMPAS.com - Seni rupa terapan berbeda dengan seni rupa murni. Karena seni rupa ini lebih mengutamakan kegunaan ketimbang keindahannya. Meski begitu, karya seni rupa terapan tetap mengandung unsur keindahan. Namun, yang ditonjolkan ialah sisi kegunaannya. Baca juga: Contoh Seni Rupa Terapan. Sementara itu, menurut Mansyur M dalam buku Dalam membuat karya seni rupa murni, seniman juga sering menggunakan hubungan manusia dengan dirinya sendiri sebagai ide. Hal ini berarti seniman membuat karya seni berdasarkan ekspresi dari potret diri manusia itu sendiri. Misalnya lukisan manusia yang sedang berekspresi bahagia, senyum, sedih, kaget, atau lain sebagainya. Karya Seni Terapan pada Senjata Tradisional. 7. Kerajinan Sepatu. 8. Karya Seni Terapan Berupa Gagang Pintu. Seni rupa merupakan salah satu cabang dari seni. Salah satunya adalah seni rupa terapan dan murni. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu hidup berdampingan dengan apa yang disebut dengan seni terutama seni rupa. Seni rupa murni memiliki fungsi pemuasan batin dalam proses penciptaannya dengan menonjolkan nilai keindahan dan nilai budaya. Proses pembuatannya menggabungkan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu. Sehingga menghasilkan suatu karya yang indah dan memiliki makna. .

contoh seni rupa murni