Pengadaanbarang dan jasa (procurement) perlu diprogramkan oleh pemerintah atau institusi swasta dikarenakan adanya kebutuhan akan suatu barang atau jasa, mulai dari alat tulis kantor (ATK), obat untuk kebutuhan puskesmas dan rumah sakit, bahan bakar kendaraan milik pemerintah, peralatan sekolah, perlengkapan perang untuk instansi militer, perangkat ringan atau berat untuk perumahan Fasilitaspendidikan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan baik. Manajemen yang dimaksud meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4 Agustus15 : Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp. 90.000.000,- dengan termin 1/10,n/30. Agustus 16 : Dibayar biaya pengangkutan untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan 12 Agustus sebesar Rp. 6.000.000,-Agustus 18 : Dijual barang dagangan kepada CV. Tiara secara kredit seharga Rp. 60.000.000,- dengan termin 2/10,n/30. PengadaanBarang Dan Jasa Pemerintah menurut undang-undang nomor 70 tahun 2012 adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang olehpemerintah dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa tidaklah sedikit. Pengadaan barang dan jasa identik dengan adanya berbagai fasilitas baru, berbagai bangunan, jalan, rumah sakit, gedung perkantoran, alat tulis, sampai dengan kursus bahasa inggris yang dilaksanakan di sebuah instansi pemerintah. Pengadaan barang dan jasa yang biasa dengantotal penawaran Toko A, namun cara pengadaan langsung yang dilakukan oleh Ahmad tersebut telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1.100.000,- (satu juta seratus ribu rupiah) karena telah membeli 2 (dua) buah infocus pada toko B dengan harga yang lebih . Procurement atau pengadaan barang/jasa adalah hal yang umum terjadi pada sebuah perusahaan. Pengadaan ini dilakukan ketika perusahaan membutuhkan barang/jasa dalam jumlah yang cukup besar. Contohnya seperti untuk membeli peralatan usaha, mesin produksi, bahan bangunan, dan jasa yang sedang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan melakukan proses procurement sendiri untuk membantu perusahaan agar mendapat barang/jasa yang sesuai dengan kriteria. Baik itu dalam hal kualitas, kuantitas, lokasi, waktu, dengan biaya yang paling murah. Seiring dengan perkembangan teknologi, procurement yang biasanya dilakukan secara manual atau offline, kini bisa diterapkan menggunakan web atau elektronik. Proses pengadaan barang/jasa ini yang disebut dengan e-procurement. Penerapan e-procurement terbukti menciptakan keuntungan daripada pengadaan barang/jasa manual. Berikut untuk perbedaan proses pengadaan barang/jasa manual dan melalui e-procurement. Manual E-Procurement Bukti pembelian dokumen terkait berbentuk hardcopy/kertas Bukti pembelian dokumen terkait berbentuk softcopy yang disimpan langsung melalui web, sehingga tidak akan terjadi kehilangan Pencarian produk barang/jasa, perbedaan harga, dan kontak-kontak vendor dilakukan secara manual Semua proses mulai dari pencarian vendor sampai selesai dilakukan secara online sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas dalam menjalankan proses pengadaan. Rawan terjadi fraud/kecurangan Seluruh kegiatan pengadaan dilakukan secara terpusat dan terbuka bagi siapa saja yang terlibat didalamnya dan meminimalisir terjadinya penyimpangan Tidak efektif dan efisien karena semua proses pengadaan dilakukan dengan tatap muka langsung Lebih efektif dan efisien, karena proses pengadaan dilaksanakan secara online, dan dapat dipantau kapanpun dan dimanapun Pembayaran biasanya dilakukan di awal Pembayaran dapat dilakukan di awal, berkala, atau di akhir saat produk diterima Proses verifikasi perusahaan vendor dilakukan manual Proses verifikasi data lengkap perusahaan vendor dapat dilakukan dari sistem . jadi client bisa mendapatkan vendor yang tepat, terpercaya dan sesuai kriteria Untuk informasi selengkapnya mengenai pengadaan barang dan jasa silahkan kunjungi Website atau bisa hubungi Helpdesk di +62811-3484-007 / +6231-591-75838. Sumber Dalam rangka operasional perusahaan, pengadaan barang menjadi salah satu hal yang cukup penting. Barang di sini diartikan secara luas, mulai dari bahan baku produksi, mesin, peralatan dan perlengkapan kantor, dan lain sebagainya. Tentu, karena mengatasnamakan perusahaan, pengadaan yang dilakukan memiliki prosedur tersendiri. Perusahaan, sebagai sebuah lembaga profit, memerlukan prosedur yang jelas. Pengadaan barang atau juga dikenal dengan procurement, akan melibatkan pihak lain sebagai penyedia barang, dan kontrak transaksi yang jelas yang memuat ketentuan-ketentuan transaksi tersebut. Akan lebih jelas, jika Anda bisa menyimak prosedur procurement secara umum yang banyak digunakan perusahaan berikut ini. 1. Analisis Kebutuhan Perusahaan Langkah pertama dalam prosedur pengadaan barang adalah menganalisis kebutuhan perusahaan. Setiap divisi akan mengajukan kebutuhan yang dimiliki pada tim pengadaan, untuk kemudian dianalisis mengenai urgensinya untuk perusahaan. Setelah semua dianalisis, kemudian diputuskan barang yang akan dibeli atau jasa yang akan digunakan pada periode pengadaan tersebut. Tidak semua pengajuan dapat disetujui, karena kemungkinan besar tidak semua yang diajukan oleh setiap divisi penting dan harus dibeli. 2. Persetujuan Pihak Manajemen Sumber Setelah melalui tahap analisis yang ketat, daftar barang yang akan dibeli akan diajukan oleh bagian pengadaan ke bagian manajemen. Pihak manajemen kemudian akan melakukan peninjauan dan memastikan semua daftar sudah benar, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Persetujuan yang diberikan pihak manajemen diteruskan ke bagian pengadaan barang kembali untuk melanjutkan proses ke tahap tender. Akan lebih baik, jika persetujuan yang diberikan oleh manajemen disertai dengan berkas tertulis untuk memudahkan dokumentasi dan memperjelas proses. 3. Proses Tender untuk Vendor dan Supplier Berlanjut pada proses selanjutnya, adalah tender. Bagian pengadaan barang melakukan pembukaan tender pada supplier dan vendor yang ada, dalam rangka mendapatkan penyedia barang paling cocok dengan kebutuhan perusahaan. Tidak hanya mempertimbangkan harga saja, namun juga mempertimbangkan kualitas produk. Nantinya, nilai dari produk yang disediakan pihak vendor dan supplier ini akan dilihat dan dicermati sehingga perusahaan paham benar pihak mana yang paling tepat untuk dipilih. 4. Analisis Supplier dan Vendor Sumber Melihat penawaran dari supplier dan vendor, pihak pengadaan barang wajib melakukan analisa kembali. Terkait dengan kualitas produk, harga yang ditawarkan, serta berbagai faktor lain yang terkait dengan barang yang ingin dibeli perusahaan. Proses analisis ini akan mengerucutkan pilihan pada beberapa vendor atau supplier yang dianggap paling tepat, untuk dilanjutkan ke proses berikutnya. Tentu, pertimbangan dari bagian pengadaan barang akan memiliki peran besar dalam proses analisis ini. 5. Tahap Quotation atau Penawaran Setelah pengerucutan jumlah vendor dan supplier, perusahaan biasanya akan meminta pihak yang lolos seleksi ini untuk memberikan penawaran. Penawaran yang diberikan bisa saja beragam. Mulai dari penawaran awal saat tahap tender, hingga penawaran-penawaran baru untuk menarik minat perusahaan. Pengadaan barang wajib mencermati setiap penawaran yang diberikan dari pihak-pihak ini. 6. Pemilihan Vendor Sumber Proses negosiasi akan terjadi, sehingga perusahaan bisa menilai lebih jauh pihak vendor atau supplier mana yang paling cocok untuk dijadikan pihak penyedia barang. Negosiasi, ditujukan untuk mendapatkan penawaran yang nilainya paling menguntungkan untuk perusahaan. Vendor atau supplier paling tepat akan dipilih, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan berikutnya dalam prosedur pengadaan barang. 7. Purchase Order, Kontrak, dan Dokumen Sejenis Membuat purchase order jadi langkah selanjutnya setelah penyedia barang diputuskan. Nota pembelian bisa bersifat jangka pendek, yang akan selesai pada satu kali transaksi, atau berupa kontrak jangka panjang untuk menjalin kerjasama dalam waktu yang lebih lama. Baik berupa pembelian jangka pendek atau panjang, dokumen ini akan harus disetujui kedua pihak sebelum eksekusi jual-beli barang bisa terjadi. Sekali lagi, bagian pengadaan barang wajib memeriksa isi purchase order atau kontrak, sehingga tidak ada yang meleset dari kesepakatan. 8. Pengecekan Kualitas, Penerimaan Barang Sumber Pemesanan akan diproses, dan barang akan datang sesuai dengan jadwal. Pengecekan kualitas segera dilakukan, bersamaan dengan pengecekan kuantitas. Dua hal ini wajib dipastikan sesuai dengan pesanan yang dibuat dan kesepakatan yang sudah ditandatangani. Jika terdapat kuantitas atau kualitas yang tidak sesuai, perusahaan melalui bagian pengadaan barang bisa melakukan komplain pada penyedia barang. 9. Pembayaran Akhir Setelah semua urusan terkait barang yang dipesan sudah selesai dan sesuai, perusahaan akan menerima invoice dari penyedia barang untuk tahapan pembayaran akhir. Jumlah yang tertera pada invoice ini akan sesuai dengan kesepakatan awal, dan perusahaan bisa membayarkan jumlah tersebut dengan metode yang disetujui. Yang wajib dipastikan, setiap pembayaran wajib disertai bukti pembayaran yang jelas dan terverifikasi. Terdengar sangat panjang dan rumit? Bagaimana jika proses pengadaan barang ini bisa diselesaikan dalam satu fitur sederhana yang tercantum dalam layanan ERP terbaik yang bisa digunakan perusahaan Anda? RUN System, Memudahkan Urusan Pengadaan Barang Perusahaan Anda Dengan fitur Procurement Management yang tersedia dari RUN System, perusahaan Anda bisa mengatasi urusan ini dengan sangat mudah. Praktis dan efisien, fitur ini benar-benar ditujukan untuk memudahkan urusan pengadaan barang yang diperlukan. Terintegrasi dengan berbagai fitur lain, setiap pihak yang berurusan dalam pengadaan barang bisa berkolaborasi dengan efektif, sehingga urusan ini lekas terselesaikan. Jadi, segera gunakan RUN System, dan maksimalkan semua fitur yang ditawarkannya! Pengadaan peralatan kantor adalah kegiatan belanja yang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan kantor yang mana untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan kantor. Pengadaan dilaksanakan dengan berbagai cara sesuai dengan kebijaksanaan dan kebutuhan institusi atau perusahaan itu sendiri. Faktor yang menyebabkan adanya perbedaan metode atau prosedur pengadaan adalah adanya perbedaan kebutuhan dan perbedaan jenis pekerjaan atau usaha yang bergerak di kantor tersebut. Contohnya, SKPD badan layanan umum BLU seperti rumah sakit maka yang dibutuhkan adalah obat dan alat kesehatan alkes, dan jika seperti Dinas Pendidikan maka yang dibutuhkan adalah alat tulis kantor ATK, komputer, dan lain sebagainya. Hal pertama yang perlu dilakukan oleh pegawai dalam kegiatan pengadaan adalah mengikuti prosedur pengelolaan perbekalan, yang biasanya memerlukan pertimbangan mengenai jenis-jenis perabot, peralatan dan perlengkapan kantor. Setelah itu yang perlu dilakukan para pegawai adalah menentukan jenis, kualitas dan kuantitas perlengkapan yang diperlukan. Selanjutnya bagian General Affairs GA menyediakan dan menggunakan perlengkapan kantor dalam kegiatan operasional. Seorang GA menyediakan perbekalan sesuai dengan anggaran yang berlaku. Tahapan yang tidak kalah penting adalah penyimpanan dan pemeliharaan peralatan kantor. GA harus memastikan pengumpulan dan pengolahan data perbekalan kantor dilakukan secara benar. Jika terdapat peralatan atau perlengkapan kantor yang sudah tidak dapat digunakan, maka yang dilakukan GA adalah menghapus data perlengkapan tersebut. Baca juga Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kantor Pengadaan Alat Tulis Kantor ATK dengan Swakelola Bagaimana Prosedur Pengadaan Peralatan Kantor? Secara umum pengadaan peralatan kantor dapat dilakukan dengan cara berikut ini Mengajukan surat permohonan ke gudang yang berisi peralatan kantor apa saja yang dibutuhkan. Petugas gudang memeriksa stock barang di gudang. Jika tersedia barangnya, maka diberikan dengan dengan bon pengeluaran. Jika tidak tersedia, petugas gudang memberikan nomor pada surat permohonan dari buku induk. Surat permohonan diserahkan kepada bendahara, lalu bendahara mengecek antara permohonan dan ketersedian biaya. Bendahara meminta persetujuan pimpinan. Bagian logistik melakukan pembelian dengan persetujuan pimpinan. Barang yang sudah dibeli dan telah sampai kemudian diperiksa apakah sudah sesuai dengan spesifikasi, kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. Barang diserahterimakan dengan menggunakan buku serah terima barang. Petugas gudang melakukan kegiatan pencatatan atau administrasi, kemudian disimpan di gudang untuk didistribusikan jika ada yang membutuhkan. Namun yang perlu diingat adalah setiap instansi baik pemerintah maupun swasta memiliki prosedur pengadaan peralatan kantor yang berbeda. Perbedaan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa hal, misalnya budaya kantor, kebutuhan akan peralatan, tingkat kompetensi pegawai, juga perbedaan jenis usaha. Pengadaan barang habis pakai dan tidak habis pakai Barang habis pakai dan tidak habis pakai harus selalu tersedia di lingkungan kantor. Barang habis pakai adalah peralatan kebutuhan kantor yang sebentar masa pakainya semisal, alat tulis kantor, aneka kertas, lem dan lain sebagainya. Sedangkan barang tidak habis pakai adalah barang keperluan kantor yang dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, contohnya seperti peralatan komputer, telepon, mesin fotokopi, printer dan peralatan mesin lainnya. Barang habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai berikut Menyusun daftar perlengkapan barang habis pakai yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang habis pakai tersebut tiap bulannya. Menyusun rencana pengadaan barang habis pakai tersebut menjadi rencana triwulan dan kemudian menjadi rencana tahunan. Sedangkan perencanaan dan prosedur pengadaan barang tidak habis pakai adalah sebagai berikut Menyusun analisis dan menganalisis keperluan perlengkapan barang tidak habis pakai sesuai dengan rencana kegiatan serta dengan memperhatikan barang yang masih layak untuk dipakai. Melakukan perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk kebutuhan pembelian barang tidak habis pakai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Menetapkan skala prioritas peralatan kantor berdasarkan dana, urgensi kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan tahunan. Selain perencanaan pengadaan peralatan kantor diatas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh General Affairs GA dalam pengadaan peralatan kantor, yakni sebagai berikut a. Penyimpanan Penyimpanan perlatan kantor atau arsip kantor perlu diperhatikan karena dengan penyimpanan yang baik maka efektifitas kerja dapat ditingkatkan dan dapat menghemat tempat penyimpanan. Dalam kegiatan penyimpanan harus memperhatikan hal-hal berikut ini Persediaan alat-alat pemelihara dan lokasi penyimapanan. Barang yang akan disimpan harus memenuhi syarat penyimpanan. Memperhatikan sifat barang yang disimpan. Memperhatikan jangka waktu penyimpanan. Memperhatikan tenaga yang diperlukan dan biaya yang harus dikeluarkan. b. Pemeliharaan Pemeliharaan peralatan kantor merupakan kegiatan terjadwal dengan tujuan agar setiap barang tetap dalam kondisi baik sehingga jika diperlukan, kondisi barang tersebut masih dalam keadaan yang baik untuk digunakan. c. Pengadminstrasian Administrasi perlengkapan dan perlatan kantor dimulai dengan mencatat secara teratur tiap-tiap barang. Hal ini dilakukan untuk mendata setiap barang yang dimiliki oleh suatu kantor. Selain pencaatatan atau pendataan kegiatan administrasi perlengkapan yang lain adalah kegiatan penghapusan atau penyusutan. Dengan memperhatikan ketiga hal tersebut dapat membuat peralatan kantor yang sudah dibeli menjadi lebih tahan lama karena penyimpanan yang benar, umur masa pakai barang juga semakin panjang karena pemeliharaan barang lebih terjaga. Selain itu, peralatan kantor juga tercatat dengan baik karena administrasi perlengkapan dilakukan dengan baik. Berdasarkan prosedur pengadaan peralatan kantor di atas seharusnya pegawai administrasi kantor sudah dapat memperkirakan kapan seharusnya membeli kebutuhan peralatan untuk kantor. Pengadaan barang menjadi proses penting pada setiap usaha. Sebab, salah satu kunci dalam bisnis selain modal usaha adalah, adanya produk atau barang yang dijual. Untuk mendapatkan supply atau pasokan produk atau barang, maka dibutuhkan proses pengadaan barang. Setiap metode yang digunakan oleh masing-masing perusahaan juga berbeda-beda, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Supaya bisa menjalankan pengadaan dengan cara yang baik dan tepat, pelaku usaha harus menguasai metode pengadaan stok atau barang tersebut. Ada lima jenis metode yang biasanya digunakan di dalam perusahaan dagang, untuk proses pengadaan suatu barang yang dibutuhkan konsumen. Simak penjelasannya berikut ini 1. Direct Procurement Pengadaan Langsung Metode pengadaan yang terbilang mudah dan banyak dilakukan oleh suatu perusahaan dagang adalah metode pengadaan secara langsung. Pengusaha langsung meminta barang dalam jumlah besar ke supplier, distributor atau agen. Metode ini memang memerlukan biaya besar dalam pengadaan bahan bakunya. Ditambah dengan prosesnya yang cukup panjang. Proses dari metode ini diawali dengan perencanaan pengadaan yang diakhiri dengan pembayaran. Pelaku usaha akan melakukan pengadaan barang dalam beberapa kali di dalam satu tahun, untuk membeli bahan baku yang dibutuhkan. Diperlukan rencana matang supaya proses pembelian barangnya bisa berjalan dengan baik. 2. Tender Pengadaan Barang Dalam metode ini, pelaku usaha diposisikan sebagai vendor. Para pelaku usaha yang menjadi vendor, nantinya akan mengajukan penawaran barang dan harga, berkompetisi bersama vendor-vendor lain. Kemudian vendor yang sesuai dengan kriteria akan dipilih perusahaan, dan vendor itulah yang menjadi mitra bisnis perusahaan dagang tersebut. Seiring dengan semakin berkembangnya internet, kini telah hadir e-tendering yang praktis dan modern. Dengan alur yang sama seperti tender konvensional tetapi kedua pihak tak perlu bertatap muka. 3. Request for Proposal Mengajukan Proposal Merupakan metode pengadaan yang dilakukan oleh perusahaan, dengan cara mengirimkan permintaan secara formal yang berupa pengajuan dalam bentuk proposal. Metode ini biasanya dilakukan pada saat perusahaan memerlukan pengadaan di bidang jasa. Kemudian proposal dikirim ke sejumlah vendor yang sesuai dengan kriteria. Jika vendor itu tertarik mereka akan mengajukan penawaran yang berlanjut ke tahap kerjasama. 4. Request for Quotation Mengajukan Dokumen Quotation Di antara seluruh metode pengadaan yang umum dilakukan, metode Request for Quotation menjadi metode yang paling mudah dan sederhana. Perusahaan hanya tinggal mengirim dokumen quotation pada beberapa vendor yang diinginkan. Kemudian perusahaan akan mengkaji proposal dengan harga dan juga barang yang sesuai. Pihak perusahaan pun akan menawarkan surat kerja sama pada vendor yang diinginkan apabila sesuai dengan keinginan perusahaan. 5. Vendor Tunggal Metode yang satu ini hanya terjadi apabila hanya ada satu vendor saja yang mampu memenuhi kebutuhan, terkait barang yang memang diperlukan oleh perusahaan itu sendiri. Namun perusahaan akan membuat pertimbangan kembali dengan pihak manajemen untuk memutuskan metodenya. Itulah 5 metode pengadaan barang yang dibutuhkan untuk memulai usaha dagang. Apabila dalam memenuhi barang atau produk yang akan dijual Anda membutuhkan modal tambahan, Anda bisa mengajukan produk pinjaman berjangka dari Bank BTPN. Produk pinjaman ini memang dikhususkan bagi para nasabah yang membutuhkan bantuan tambahan modal usaha baik bersifat permanen, musiman, atau berdasarkan kontrak. Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lain, Anda bisa membacanya di Dengan mendaftar di semua informasi keuangan tersebut bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah.

pengadaan barang dan perlengkapan dilakukan oleh